Hadiah Kecil Untuk Sahabat #4: Aku Ingin Seperti Kakak (Bag. 1)

“Assalamualaikum”. Ucapku sambil mengetuk-ngetuk pintu yang terbuat dari kayu itu. Beberapa menit berselang rumah itu masih terasa hening, belum ada balasan. Setelah ketukan ketiga. Pintupun terbuka. Tampak dari balik pintu seorang bocah. Sambil menenteng sebuah mainan robot-robotan di tangan kirinya. Ia mempersilahkan masuk dan menarik tanganku yang perlahan-lahan memasuki rumah itu. Ya, dialah Ivan adik... Continue Reading →

Advertisements

Hadiah Kecil Untuk Sahabat #3: Libur Semester

“Izinkan aku menikmati lagu kesukaanku walau sebentar saja”. Protes ku dalam hati. Melihat kesibukan di ruangan tunggu. Disini begitu ramai, begitu banyak orang yang berkepentingan. Lalu-lalang orang silir berganti. Beberapa orang tampak sibuk mempersiapkan data identitasnya sebagai syarat kebarangkatan. Beberapa orang lainnya sibuk dengan barang bawaannya. Membawa koper serta menenteng beberapa bingkisan. Waktu keberangkatan memang... Continue Reading →

Hadiah Kecil Untuk Sahabat #2: Ikrar Ambisi

  Badai Cempaka itu telah berlalu. Saatnya giliran mentari menampakkan kehangatannya. Beberapa hari yang lalu kota ini direndung mendung yang redup. Menutup cahaya mentari dengan awan yanng berwarna abu-abu. Kini yang tersisa dari badai itu ialah beberapa genangan air. Yang tampak jelas di seberang jalan. Serta meninggalkan cerita pilu dibalik hujan yang membungkus kota setiap... Continue Reading →

Ketika aku dicintai dengan Syarat: Pandangan sinis yang lekat pada anak yang Mengalami Retardasi Mental

Apa yang ada di dalam pikiran kita saat mendengar kata Retardasi Mental? Bagaimana sikap kita ketika melihat seorang anak yang mengalami keterbelakangan Mental atau Retardasi Mental? Retardasi mental atau keterbelakangan mental merupakan suatu hal yang merujuk pada proses keterlambatannya perkembangan dalam bidang inteligensi dan sikap sosial. Pertanyaan diatas merupakan sebagian kecil dari gambaran stigma yang... Continue Reading →

Hadiah Kecil Untuk Sahabat

Seperti biasanya, aku lebih memilih duduk di bangku terdepan pojok dekat jendela kelas. Teman-teman menganggapnya suatu hal yang biasa. Dengan duduk di depan kelas penyampaian materi dari guru lebih mudah dipahami. Setiap harinya aku selalu suka duduk di depan pojok dekat jendela kelas ini. Tidak banyak yang aku lakukan saat jam istirahat. Tidak sama seperti... Continue Reading →

Hujan aku tak sanggup melawan mu dengan menerjang mu, aku memilih memandang mu dari persimpangan kota ini

Yogyakarta, 26/10/17. Tepat di persimpangan jalan, ku berhenti. Berteduh dari terjangan hujan. Memarkir motor di salah satu warung yang telah tutup. Waktu menunjukkan pukul 22:17 hujan tetap turun dengan derasnya. Mencoba mencari tempat yang nyaman untuk bersantai. Sambil menunggu hujan redah. Tiap detik, tiap menit pun berlalu. Hujan masih dengan tegasnya turun tanpa memikirkan seseorang... Continue Reading →

Untaian Kata

"Tulislah dan ukirlah" Kata si lugu Setiap orang pasti mempunyai kisah dan pengalamannya masing-masing. Tak jarang seseorang akan menemukan berbagai macam duka. Tak jarang pula mereka merasa jatuh dan menyerah akan kehidupan. Merasa mengalah akan berbagai hantaman. Bangkit! Tidak semudah itu? Biarlah kehidupan ini dihiasi dengan pengalaman.  Lantas kata si lugu "Hidup akan berarti jika... Continue Reading →

WordPress.com.

Up ↑